Berita

Perkuat Khidmah, Sabilillah Kukuhkan Pengurus Bidang Keagamaan

MALANG – (14/8/2026) Yayasan Sabilillah Malang mengukuhkan Pengurus Masjid Sabilillah Bidang I Keagamaan Periode 2026–2028, Jumat, 14 Agustus 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola program sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi antara pengurus lama dan pengurus baru dalam menyelaraskan arah pengabdian serta merespons kebutuhan umat yang terus berkembang.

Kegiatan yang dirangkai dengan rapat pengurus tersebut berlangsung di Ruang Meeting SD Islam Sabilillah Malang 1, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 15, Kota Malang. Penguatan kepengurusan diharapkan membuat pembagian tugas semakin jelas, koordinasi antardivisi semakin efektif, dan pelaksanaan program keagamaan lebih terarah.

Pengukuhan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Sabilillah Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd.; Pembina, Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag.; dan Ketua Bidang Keagamaan, KH. Mochamad Anas Basori, Lc., M.A.

Hadir pula Prof. Dr. H. M. Faisol Fatawi, M.Ag.; Akhmad Farkhan H., S.T.; Bendahara H. Ahmad Musiran, S.Sos.; Ketua Bidang Sosial dan Ekonomi, Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, M.M.; serta Ketua Bidang Wakaf–Baitul Mal, Prof. Dr. KH. Kasuwi, M.A. Kegiatan juga diikuti para koordinator dan anggota divisi di bawah Bidang I Keagamaan.

Kehadiran unsur pembina, pimpinan bidang, koordinator, dan anggota divisi menegaskan bahwa pelayanan keagamaan membutuhkan kerja bersama. Program yang diselenggarakan tidak cukup hanya berjalan secara administratif, tetapi harus memiliki tujuan, pembagian peran, dan manfaat yang jelas bagi jamaah serta masyarakat.

Ketua Bidang Keagamaan, KH. Mochamad Anas Basori, Lc., M.A., mengatakan bahwa susunan kepengurusan yang dikukuhkan diharapkan membawa kesegaran bagi organisasi. Kepengurusan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat khidmah dalam menjalankan program secara lebih baik dan profesional.

Bagi KH. Anas, amanah sebagai pengurus bukan sekadar tugas dalam struktur organisasi. Keterlibatan di lingkungan Sabilillah merupakan bentuk pengabdian untuk menjaga dan mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, pembinaan umat, dan pelayanan sosial keagamaan.

Semangat khidmah tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, ketulusan, dan kemampuan bekerja secara kolektif. Setiap pengurus dituntut tidak hanya memahami bidang tugasnya, tetapi juga mampu berkoordinasi dengan bagian lain agar pelayanan kepada jamaah berjalan terpadu.

Susunan kepengurusan Bidang I Keagamaan kali ini diperkuat dengan penambahan sejumlah divisi. Penyesuaian struktur dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kebutuhan organisasi dan semakin beragamnya bentuk pelayanan keagamaan di lingkungan Sabilillah.

Penambahan divisi bukan semata-mata memperbesar struktur organisasi. Langkah tersebut diarahkan untuk membuat pembagian tugas lebih proporsional, memperjelas tanggung jawab, dan memastikan setiap kebutuhan jamaah ditangani oleh bagian yang sesuai.

Struktur yang lebih adaptif juga diharapkan memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program. Dengan pembagian kerja yang jelas, setiap divisi dapat menyusun prioritas, mengelola kegiatan, dan melakukan evaluasi secara lebih terukur tanpa kehilangan keterhubungan dengan arah umum Yayasan Sabilillah Malang.

Dalam kegiatan tersebut, KH. Anas memperkenalkan satu per satu pengurus lama dan baru beserta peran masing-masing. Pengenalan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi, memperjelas hubungan kerja, dan menumbuhkan rasa saling percaya di antara para pengurus.

Pengurus lama membawa pengalaman dan pemahaman mengenai perjalanan program keagamaan di Sabilillah. Sementara itu, kehadiran pengurus baru diharapkan menambah energi, perspektif, dan gagasan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan jamaah.

Perpaduan antara pengalaman dan semangat baru menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan program sekaligus mendorong pembaruan. Melalui komunikasi yang terbuka, setiap divisi diharapkan dapat saling mendukung dan menghindari tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.

Konsolidasi tersebut memiliki nilai strategis bagi pengembangan Masjid Sabilillah Malang. Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran, pembinaan akhlak, penguatan ukhuwah, dan penyampaian nilai-nilai Islam yang ramah serta menyejukkan.

Peran yang luas itu membutuhkan pengelolaan yang amanah dan profesional. Setiap program perlu direncanakan berdasarkan kebutuhan jamaah, dilaksanakan melalui koordinasi yang kuat, dan dievaluasi secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

Profesionalitas dalam pengelolaan organisasi juga harus berjalan beriringan dengan keikhlasan. Tata kerja yang tertib memberikan kepastian dalam pelaksanaan program, sedangkan semangat pengabdian menjaga agar setiap amanah tetap diarahkan pada kemaslahatan jamaah dan masyarakat.

Pengukuhan ini karena itu tidak berhenti pada penetapan nama dan jabatan dalam struktur. Amanah yang diberikan perlu diterjemahkan menjadi program yang relevan, pelayanan yang ramah, serta kerja nyata yang menjawab kebutuhan umat.

Melalui kepengurusan yang diperkuat, Bidang I Keagamaan diharapkan mampu membangun kesatuan langkah dan meningkatkan kualitas program. Kolaborasi antara pengurus lama dan baru juga diharapkan memperluas manfaat kegiatan bagi jamaah, keluarga besar Yayasan Sabilillah Malang, dan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Pengawas/ Ketua Takmir, drh. Kh. Muhammad Zainul Fadli, M.Kes.

Semangat memberikan khidmah terbaik menjadi landasan dalam melanjutkan perjalanan Masjid Sabilillah Malang. Dengan struktur yang adaptif, pembagian tugas yang jelas, dan komitmen pengabdian yang kuat, Bidang I Keagamaan diharapkan dapat mendukung terwujudnya masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang dikelola secara amanah dan profesional. [Redaksi Sabilillah]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button