KH Marzuqi: Sabilillah Harus Perluas Manfaat bagi Umat


MALANG – (14/8/2026) Pembina Yayasan Sabilillah Malang, Dr. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag., mendorong optimalisasi sumber daya manusia dan penguatan kemitraan lintas profesi agar Sabilillah dapat memberikan kontribusi yang semakin luas kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya dalam pengukuhan Pengurus Masjid Sabilillah Bidang I Keagamaan Periode 2026–2028 di Ruang Meeting SD Islam Sabilillah Malang 1, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 15, Kota Malang.


Dalam arahannya, KH. Marzuqi menekankan bahwa Sabilillah memiliki potensi sumber daya manusia dengan latar belakang keilmuan, profesi, keterampilan, dan pengalaman yang beragam. Potensi tersebut perlu dipetakan dan dioptimalkan melalui program-program yang memungkinkan para pengurus, jamaah, dan mitra untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman dengan masyarakat.
Menurutnya, kontribusi Sabilillah kepada umat dapat diperkuat melalui agenda berbagi ilmu yang dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan. Materi yang diberikan tidak harus terbatas pada bidang keagamaan, tetapi dapat diperluas ke berbagai keterampilan yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.


“Potensi sumber daya manusia yang ada di Sabilillah perlu dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi dan dampak positif bagi masyarakat, di antaranya melalui agenda berbagi ilmu dan pengalaman,” pesan KH. Marzuqi.
Gagasan tersebut memperlihatkan pentingnya mengembangkan masjid sebagai ruang pembelajaran umat. Masjid tetap menempatkan kegiatan peribadatan dan pembinaan keagamaan sebagai fondasi utama, sekaligus membuka ruang bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Dengan pendekatan tersebut, dakwah dapat hadir secara kontekstual dan menjawab kebutuhan nyata jamaah.
- Marzuqi juga berharap para pengurus mampu membangun kemitraan dengan pihak swasta dan kalangan pengusaha. Kerja sama tersebut dapat diarahkan untuk menghadirkan kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta berbagai keterampilan produktif lainnya.
Wawasan kewirausahaan dinilai relevan dalam upaya meningkatkan kemandirian masyarakat. Para pengusaha dan praktisi dapat membagikan pengalaman mengenai proses membangun usaha, menghadapi tantangan, mengelola sumber daya, serta menjaga etika dalam kegiatan ekonomi. Pengetahuan praktis seperti ini dapat menjadi bekal bagi jamaah dan masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan maupun potensi usahanya.
Kemitraan tidak hanya perlu dibangun dengan kalangan dunia usaha. KH. Marzuqi turut mendorong terjalinnya kolaborasi dengan dokter dan tenaga medis, ilmuwan, kalangan profesional, serta berbagai perguruan tinggi. Jaringan lintas bidang tersebut dapat mendukung terselenggaranya program edukasi yang berkaitan dengan kesehatan, ilmu pengetahuan, pendidikan, pengembangan keterampilan, dan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi, misalnya, dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan jamaah. Ilmu yang berkembang di lingkungan kampus dapat disampaikan kepada masyarakat melalui bahasa dan bentuk kegiatan yang mudah dipahami. Pada saat yang sama, pengalaman masyarakat dapat menjadi sumber pembelajaran mengenai kebutuhan dan tantangan yang berkembang di lapangan.
Sinergi dengan tenaga kesehatan juga dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang tepat mengenai kesehatan. Adapun keterlibatan ilmuwan dan profesional dari berbagai bidang diharapkan menghadirkan wawasan baru yang membantu jamaah memahami perkembangan zaman secara bijaksana tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Arah pengembangan tersebut memiliki tujuan yang lebih besar, yakni mendukung lahirnya generasi Islami yang tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. Perpaduan antara kekuatan akhlak, keluasan ilmu, dan kecakapan hidup diperlukan agar generasi muda mampu menghadapi perubahan serta tantangan zaman.
Bagi KH. Marzuqi, pembentukan generasi Islami perlu dilakukan melalui proses pembinaan yang utuh. Pendidikan agama memberikan fondasi moral dan spiritual, sedangkan pengetahuan serta keterampilan membekali generasi muda untuk berperan secara produktif di tengah masyarakat. Keduanya perlu dipertemukan dalam program pelayanan umat yang terencana.
Gagasan tersebut sejalan dengan upaya memakmurkan masjid melalui program yang menyentuh berbagai dimensi kehidupan jamaah. Kemakmuran masjid bukan hanya ditandai oleh berlangsungnya kegiatan ibadah, tetapi juga oleh kehadiran manfaat yang mampu membantu masyarakat tumbuh secara spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi.
Selain penguatan sumber daya manusia dan kemitraan, KH. Marzuqi memberikan perhatian khusus terhadap peran media di lingkungan Sabilillah. Media diharapkan tidak hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menjadi sarana syiar dan dakwah yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Salah satu potensi yang dapat dikembangkan ialah mengolah materi pengajian dari para kiai dan ulama menjadi konten digital. Materi keagamaan yang sebelumnya disampaikan dalam pertemuan langsung dapat dikemas kembali dalam bentuk artikel, video, rekaman audio, maupun konten singkat yang informatif dan mudah diakses masyarakat.
“Bahan-bahan pengajian dari para kiai dan ulama dapat disajikan dalam bentuk digital agar menjadi konten yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Digitalisasi materi pengajian memungkinkan pesan-pesan keagamaan menjangkau masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung. Konten tersebut juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang dapat diakses kembali sesuai kebutuhan. Namun, pengelolaannya perlu memperhatikan ketepatan materi, kejelasan sumber, kualitas penyajian, dan kesesuaian dengan karakter setiap platform media.
Melalui peran media yang dikelola secara profesional, Sabilillah berpeluang memperkuat dakwah yang ramah, mencerahkan, dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Media juga dapat menjadi penghubung antara ulama, pengurus, jamaah, dan masyarakat luas dalam menyebarkan pengetahuan serta pesan-pesan kebaikan.
Marzuqi berharap seluruh potensi tersebut dikembangkan melalui jaringan kerja sama yang semakin luas. Kemitraan lintas profesi, program berbagi ilmu, pembinaan generasi, dan pemanfaatan media digital perlu diarahkan pada satu tujuan bersama, yaitu menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
Pengukuhan Pengurus Bidang I Keagamaan dengan demikian menjadi momentum untuk memperluas orientasi pengabdian. Para pengurus tidak hanya bertanggung jawab menjalankan kegiatan, tetapi juga dituntut mampu membaca potensi, membangun jejaring, dan mengubah pengetahuan yang dimiliki menjadi pelayanan yang berguna bagi masyarakat.
Dengan mengoptimalkan sumber daya manusia, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan dakwah digital, Sabilillah diharapkan dapat memperluas jangkauan kontribusinya. Ikhtiar tersebut menjadi bagian dari semangat untuk terus berlomba dalam kebaikan serta menghadirkan Sabilillah sebagai pusat ibadah, pembelajaran, dan pemberdayaan umat yang responsif terhadap tantangan zaman. [Redaksi Sabilillah]



